Rembang ΓÇô Pelayanan pastoral yang tertib dan akuntabel membutuhkan tata kelola yang semakin baik. Semangat itulah yang mendorong Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Petrus dan Paulus Rembang mengikuti Pelatihan Awal Secara Mandiri SIGKS (SPES-Fin), Minggu (31/8/2025), di Balai Siveri Paroki St. Petrus dan Paulus Rembang.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh para Ketua Bidang, Koordinator Seksi, serta perwakilan dari masing-masing anggota seksi. Pelatihan ini menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya Pastor Kepala Paroki, Sekretaris DPP/BGKP, Bendahara DPP/BGKP, dan para Ketua Bidang mengikuti pelatihan SIGKS pada 12ΓÇô13 Juli 2025 di Jatijejer.
SIGKS (Sistem Informasi Gereja Katolik Keuskupan Surabaya), merupakan aplikasi yang didalamnya ada modul aplikasi SPES-Fin, merupakan sistem resmi Keuskupan Surabaya untuk mendukung tata kelola pastoral secara terintegrasi. Sistem ini digunakan dalam pengelolaan data keuangan paroki, sehingga berbagai proses pelayanan dapat dilakukan secara lebih tertib, efisien, dan akuntabel.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak untuk langsung berlatih menggunakan sistem, bukan sekadar memahami teori. Praktik dimulai dari memasukkan rencana kerja kegiatan paroki melalui sembilan langkah, menyusun proposal kegiatan, melakukan proses pencairan dana, hingga menyelesaikan kegiatan melalui pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
Dengan pola pelatihan langsung tersebut, para Koordinator Seksi diharapkan semakin siap mengelola seluruh tahapan administrasi kegiatan secara mandiri. Mulai dari perencanaan, penginputan kegiatan, proses pengajuan dan pencairan dana, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan melalui sistem yang sama.
Penerapan SIGKS/SPES-Fin juga diharapkan membantu Keuskupan Surabaya dan paroki-paroki dalam mengotomatisasi proses operasional, meningkatkan efisiensi, serta menyediakan data secara real-time sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Bagi Paroki St. Petrus dan Paulus Rembang, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja pastoral yang semakin rapi, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pelayanan Gereja diharapkan semakin mudah dikelola dan pada akhirnya semakin mendukung kebutuhan umat.



Komentar (0)
Komentar akan ditampilkan setelah moderasiBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!